Gerbangtimursulawesi.com, Banggai – Pemda Kabupaten Banggai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk.
Dalam rangka wujud kolaborasi dan sinergi antara dunia akademik dan lembaga Pemerintahan daerah penanggulangan bencana.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilakukan oleh Kepala BPBD Banggai, Feri Sujarman, SH, S.Pd, M.H, didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Muh. Oksatiawan, bersama pihak UNTIKA yang diwakili oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Prof. Dr. Dra. Maria Kanan, M.Kes, bertempat di Hotel Santika Luwuk, Rabu (12/11/2025).
Turut hadir jajaran pimpinan FKM UNTIKA, antara lain Wakil Dekan I Dr. Fitrianty Lanyumba, SKM, M.Kes, Wakil Dekan II Dr. Marselina Sattu, SKM, M.Kes, Wakil Dekan III Dr. Bambang Dwicahya, SKM, M.Kes, serta Kabid UPM Dr. Mirawati Tongko, S.Kep., Ns., M.Mkes., MKM.
Dalam sambutannya, Kepala BPBD Banggai Feri Sujarman menyampaikan apresiasi atas dukungan UNTIKA dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah.
Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Semoga sinergi antara pihak akademisi dan BPBD dapat berjalan baik sehingga pelayanan terhadap masyarakat terdampak bencana bisa semakin maksimal,” ujar Feri.
Ia juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam pelayanan pascabencana.
Sementara itu, Prof. Dr. Dra. Maria Kanan, M.Kes, selaku perwakilan Rektor UNTIKA menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program Bupati Banggai serta memberikan kontribusi nyata melalui edukasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan kepada warga, terutama di lokasi pengungsian, agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar,” tutur Prof. Maria.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Banggai.
Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya tangguh bencana di tengah masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan edukatif. ( AM’oks69 )












